Kasih sayang seorang ibu

Sebuah persembahan untuk sebuah kenangan indahYang beliau goreskan dalam kehidupanku….

“Ilham…..ummi hitung sampai 3 ya…jangan lama-lama di kamar mandi nak……”  sudah jam setengah enam nanti kamu terlambat….Teriakan ini sering terdengar merdu di pagi hari saat aku mau pergi sekolah…bukan itu saja sebetulnya…umi selalu menghitung apapun perintahnya untukku hanya dalam hitungan tiga…”Ilham ….matikan tivinya…ummi hitung sampai tiga, sudah magrib nak.. ke masjid sama abi cepat….ayo dong…tunjukkan kamu anak umi…nanti kalu kamu belum siap …umi malu sama abi…ayo…satu…dua…” biasanya belum sempat hitungan ke tiga aku sudah buru-buru ambil wudhu…pake sarung…ke masjid deh…biasanya umiku juga selalu nambahin…”Senyum!…masak mau menghadap Alloh cemberut”.  Hik…hik….umiku nggak tau masak lagi kesel suruh senyum!  terpaksa deh..aku tarik bibirku dua senti ke kanan…dan dua centi ke kiri .gimana nggak kesel coba…aku kan lagi  nonton “conan” kartun kesukaanku eh…harus di potong di tengah jalan gara-gara azan…dan aku harus ke masjid.

Kadang….di saat-saat santai umiku selau tiba-tiba memelukku.ih…kangen deh  sama kakak.kakak tau nggak waktu kaka masih kecil…umi sama abi sering berebut bekas kaos dalem kakak loh…kalau mau mandiiin kakak… abis…baunya enak ..asem-asem gimana…gitu…”Ummi minta maaf ya kak…kalo ummi suka marah-marah sama kakak…tapi umi marah sama kakak kan karena ummi sayang sama kakakl” he…he…selalu alasan itu yang di pake oleh ummiku…”marah…karena sayang…”jadi kalau tiba-tiba umiku teriak kakak….jangan bikin adik nangis ya…umi hitung sampai tiga…satu…dua…Eit….cepet cepet deh aku menyingkir….Emmm kalau di pikir-pikir…semua yang di suruh umiku adalah semua yang bagus bagus..sih…jadi wajar aja kalau kita nggak cepet-cepet melaksanakannya ….beliau akan marah…karena beliau..orang tua ku selalu mengharapkan kami..anak-anaknya..bukan saja menjadi anak-anak yang sholeh…tetapi menjadi pemimpin orang-orang yang beriman…sebagai mana doa yang selalu di lantunkan mereka berdua “Robbanna Hablanna Min Azwajina Qurota a’yun”.aku percaya…ummiku selalu mencintai kami ke dua anaknya…Seperti saat ini Ummi ku bertanya padaku “Kakak tahu enggak kalau kakak tidur ummi sukangomong kakak jadi anak yang saleh ya!”kata beliau aku menjawap tanpa sadar “Iyami..!”.sebenarnya sih..aku enggak sadar…Yang aku tahu ketika malam aku tidur tanpa selimut….Pas aku bangun selimut sudah menutupi separuh tubuhku

Sebetulnya  susah  bagiku untuk menuangkan seberapa besar sih kasih sayang seorang ibu ….,tetapi akan kupak sakan untuk menulis nya . sosok ibu adalah sosok yang melahirkan kita ke dunia…ia sangguip memberikan apa saja yang dia punya untuk anaknya.coba saja kalau kita kita sakit…sering kan terdengar di mulut ibu kita “Seandainya sakitnya bisa dipindahkan….”jangankan Cuma istirahat malamnya yang dia berikan bahkan…nyawanya pun akan ia berikan kalau memang di butuhkan oleh kita anaknya!  Aku punya kisah menarik yang aku baca dari sebuah buku hadiah dari “Umiku tercinta…”Ini adalah kisah seorang Ibu yang mengorban kan dirinya demi anaknya .Inilah kisah nya :

Disuatu hari ada seorang ibu yang sedang melahir kan .Iya melahir kan dengan susah payah sampai mempertaruh kan nyawa demianak nya .Tiba-tiba ibu itu mendengar suara tangisan bayi ,iya gembira karena iya berhasil menyjadi seorang ibu tetapi saat melihat bayi nya Iya bersedih dan berkata dalam hatinya “ Ya Allah Mengapa anakku tak mempunyai telinga,biarkan lah aku akan merawatnya dengan penuh kasih sayang”.

Saat anak nya berumur 6 tahun ibunya merenung didalam kamarnya Iya berkata  “Aku ingin anak ku seperti anak yang lain yang mempunya telinga”.Sementara anak nya Berada dirumah dengan ayah nya iya pergi ke Rumah sakit .

Saat di Rumah sakit ibu itu berkata pada dokter “Dokter…..!Aku ingin mengam putasi telingaku demi masadepan anak ku !”Jawap Dokter “Baiklah kalau itu mau ibu akan saya laksanakan !”Kemudian anak nya di panggil Dan telinga ibu nya disambungkan .

Sejak saat itu sang ibu selalu terlihat menguraikan rambutnya hingga meniutupi telinganya yang sudah tak ada, hingga suatu hari anak bertanya kepada sang ibu : “wahai bunda…kenapa engkau selalu menyisir rambutmu hingga terurai ke muka?”…pertanyaan itu selalu di jawab oleh ibunya dengan senyuman…..

Hingga pada suatu saat …ketika sang bunda telah tiada…ketika sang anak memandikan jenazah sang bunda…terhenyaklah ia…karena ternyata telinga sang bunda tak terlihat….

Subhanallah…itulah gambaran yang agung tentang sosok sang bunda….yang telah melahirkan kita…bunda ibarat matahari yang selalu menyinari kita…ia ada di saat kita butuhkan…ia…selalu memberi…tanpa meminta balasan…..aku jadi teringat sebuah lagu yang sering aku nyanyikan bersama adikku

Kasih ibu kepada beta

Tak terhingga sepanjang masa

Hanyamemberi takharap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia

Robbigfirli…wali-wali daya…warhamhumma kama robbayani sogiro…Ya..Robb kami Ampunillah dosaku dan dosa kedua orang tuaku sayangillah keduanya sebagaimana  mereka menyayangiku di waktu kecil…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s