Sebuah catatan Ummi yang Tercecer

Ini adalah catatan yang mungkin ada di perasaan ibu atau ummi anda…..

Surat terbuka untuk ananda…

maafkan ummi…nak…saat engkau pergi…fasbookmu terbuka…engkau lupa belum menutup akunmu…

HARAPANKU

hmm…meski  engkau  bukan satu-satunya yang aku cintai…

tapi..engkau  selalu memberiku harapan…

harapan akan masa depanku bersamanya…karena…dari lisannyalah kelak mengalir doa untukku

ia ibarat sebuah kertas…yang aku gambar…aku warnai…dan kelak…kertas itu akan aku serahkan kepda yang Maha Kuasa…untuk di nilai…

betapa aku dulu sangat merindukan kehadiranmu…

Rasa sakit itu terbayar sudah dengan suara tangismu  yang nyaring…

tahun demi tahun..aku mulai mewarnai dengan nilai-nilai yang aku yakini kebenaranya…

terkadang terdengar lengkingan keras suaraku untuk mengingatkanmu…

yah…semenjak usianya 5 tahun engkau sudah mulai bisa memilih kegiatanmu…..suara panggilanku

terkadang seprti tak terdengar lagi…aku harus mengulangnya sampaii 3 kali…

hingga akhirnya engkau seoalh  mulai tersadar…umminya mulai geram…(he…he..)

jika malam telah tiba…

dan kulihat ikamu tertidur pulas…

diam-diam sering aku ciumi jidatmu…ku belai rambutmu…..ku bisikan di telinganmu ..nak…ummi sayang kamu…kamu sayang ummi sampai besar yah…

kini kamu  sudah menjadi si sulung…

2 adikmu  menyusul telah lahir  setelah  engkau  berusia 8 tahun

bukan salahmu jika kini seolah terdapat jarak yang cukup lebar antara kamu dan adikmu…

karena selama 8 th engkau hidup tanpa adik…sebuah waktu yang cukup lama untuk  membentuk karaktermu  seperti anak tunggal

selalu mendapat apa yang kamu  mau…

terkadang aku dibuatnya gemes…kenapa yah…

apakah kamu cemburu nak…

belajar bebagi ya sayang…engkau anak lelaki…yang kelak…kala ummi dan abimu tiada…

maka engkau tempat bergantungnya adik-adikmu…jada mereka…kasihi mereka…

berkatalah yang lembut kepda mereka…karena mereka adalah adik perempuanmu…yang harus kamu perlakukan dengan lembut…

Ummi perhatikan…

setiap hari…ada saja tingkahmu  yang membuat adikmu  menagish…

sampai habis terkadang kesabaranku..

terkadang  Ummi sering memberimu ultimatum…”setiap adik menangis uang jajn berkurang 2 ribu”

he…he…tidak adil memang…karena ini keputusan ku sefihak tanpa aku kompromikan apa pendapatmu…

tapi demi damainya rumahkita …maka ummi  harus tegas padamu..

maafkan ummi ya nak…meski hatimu berontak…tapi mulutmu tetap terkunci…

aku tahu…tatapan matamu seolah engkau protes kenapa aku tidak adil…tapi engkau tetap terdiam…

subahanalloh….meski tingkah lakumu terkadang membuat suaraku meninggi…tapi tak urung aku kagum dgn kemampuanmu menahan emosi nak…

Sifatmu mirip sekali dengan  ayahmu…yang selalu sabar dg tingkah lakuku…

beberapa hari lagi..12 tahun usiamu

agak gamang aku melihatmu…

benda kecil hitam selalu di tanganmu…engkau  seperti sudah mempunyai dunia sendiri yang tak mungkin aku turut campur di dalamnya…

aku hanya ingin…nak…jadikan ummi ini tempat kamu curhat yah…ummi siap menampung semua keluh kesahmu…

agar jarak kita tak semakin jauh dengan bertambahnya usiamu…

di ambang dewasa ini…

teman-temannya semakin banyak…pengaruhnya juga semakin beragam…

setiap ia hendak pergi…selalu ku ingatkan…ingat…jaga dirimu…bawa nama keluarga ya nak…

ketika dia di luar rumah…ingin rasanya aku menelponnmu di  setiap waktu..sedang apa kamu …di mana kamu…

hanya kepada Alloh aku pasrahkan anaku..

hamba telah berusaha mendidiknya  dengan apa yang hamba yakini baik…kini hamba hanya seprti gembala…

hanya bisa mengarahkan ke dalam jalan yang  lurus…

semoga doaku di kabulkan yang kuasa

menjadikan dirimu seorang generasi yang Robbani…

Write with love…

ummi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s